Mengapa Harus Memakai Alat Berat ?

Karena Alat Berat merupakan alat yang digunakan untuk mempermudah proses pekerjaan sehingga menjadi lebih cepat, mudah, dan hasilnya sesuai dengan harapan. Penggunaan alat berat tersebut harus benar-benar tepat dan menyesuaikan dengan kondisi dan situasi di lapangan. Berikut ini jenis – jenis alat berat beserta fungsinya yang disewakan oleh Karya Tehnik Bali :

1. Hydraulic Excafator

Alat Berat ini yang paling banyak digunakan dan paling umum diketahui masyarakat sering juga disebut sebagai Pull Shvel atau Backhoe. Penggunaan excafator haruslah menyesuaikan dengan lapangannya. Umumnya excafator menggunakan tenaga disel engine dan full hydraulic system yang terbagi menjadi beberapa jenis sesuai dengan penggali yang ada di bagian depan.

Pengoprasian excafator yang paling efisien adalah menggunakan metode heel and toe ( ujung dan pangkal ), mulai dari atas sampai ke bagian bawah. Bagian atas excafator mampu mendistribusikan muatan ke seluruh bagian vessel dengan merata.

Excafator memiliki dua jenis alat penggerak, yaitu ban dan crawler. Excafator yang dilengkapi dengan crawler memungkinkannya untuk beroprasi paa permukaan kasar atau kurang padat dan tidak memrlukan banyak pemndahan tempat. Sedangkan penggunaan excaator beroda lebih efisien jika digunakan untuk pekerjaan dengan mobilitas yang tinggi.

2. Loader

Loader adalah salah satu jenis alat berat yang mirip dengan Dozer Shovel, tetapi dengan roda karet ( ban ) sehingga memiliki kemampuan dan kegunaannya sedikit berbeda. Loader hanya mampu beroprasi di daerah yang keras dan rata, kering, dan tidak licin. Alat berat loader ini umumnya dipakai untuk menangani material proyek, terutama material hasil penggalian atau untuk membuat timbunan material. Adapun kelebihan Wheel Loader adalah :

. Mobilitasnya tinggi

. Manuver daerah pemuatan loading point ( titik lokasi pengangkutan ) lebih sempit dibanding dengan alat berat jenis truck shovel

. Menghasilkan kerusakan permukaan loading point yang lebih kecil karena menggunakan ban karet.

Sedanfgkan kekurangannya adalah proses penempatan muatan ke dalam dump truck sulit untuk dapat dibuat merata bahkan adang – kadang bisa miring sehingga dalam pengoprasiannya membutuhkan operator yang telah memiliki sertifikat resmi.

3. Tuck

Truck merupakan kendaraan dalam jenis alat berat yang  khusus digunakan sebagai alat angkut karena kemampuannya, yang dapat bergerat cepat, dan biaya operasi yang relatif murah. Truck biasanya digunakan untuk mengangkut material kontruksi seperti bebatuan besar, batu belah, pasir, tanah, aspal, dan lainnya. Kelebihan truck sebagai alat angkut adalah sangat efisien untuk pengangkutan jarak jauh dengan kapastas muat besar.

4. Stamper

Mesin Stamper atau yang dikenal sebagai tamping ranmer merupakan alat yang dipergunakan untuk memadatkan tanah, mesin stamper sangat membantu untuk mempercepat proses pemadatan tanah timbun, selain itu mesin stamper juga dapat memadatkan tanah asli kohesif. Mesin stamper biasanya digunakan dalam proses pemadatan untuk bangunan gedung, pemadat jalan, halaman, selain itu stamper juga digunakan untuk pekerjaan pemadatan timbunan lainnya.

5. Molen

Molen beton atau yang sering disebut mesin aduk beton merupakan salah satu alat yang mendukung pekerjaan kontruksi. Mesin ini digunakan untuk membantu proses aduk semen. Dengan menggunakan mesin ini hasil adukan semen akan lebih merata, dan lebih efisien waktu yang dikeluarkan.

6. Vibratory Roller / Baby Roller

Vibratrry Roller merupakan alat pemadat tanah yang dilengkapi dengan getaran. Getaran tersebut dihasilkan dari mesin yang menghasilkan gaya tekanan vertikal kepada tanah yang dilewati sehingga mengakibatkan tanah atau krikil menjadi padat.